Selasa, 28 Juni 2011
Salah satu legenda AC Milan, Cesare Maldini, memprediksi Marek Hansik bakal menjadi kunci sukses I Rossoneri pada musim depan, jika mereka benar-benar mendatangkannya pada bursa transfer musim panas ini.
Prediksi itu tentunya dibuat Cesare didasari beberapa faktor yang selama ini dimiliki Hamsik. Cesare menilai kalau gelandang asal Rep. Ceska itu memiliki karakter yang pas dan cocok dengan pola permainan yang saat ini diterapkan Milan.
"Saya pikir Milan akan kembali jaya jika mereka mendapatkan Hamsik. Dia akan bisa beradaptasi dengan cepat di Milan. Dia adalah pemain hebat dan dia cocok untuk klub ini (Milan)," jelas Cesare.
"Dia adalah atlet yang hebat, yang terus berlari dan selalu muncul di area yang berbahaya. Dia kuat secara fisik dan mencetak banyak gol walaupun ia hanya gelandang. Meski demikian itu semua hanya opini saya," ujar Cesare, seperti yang dikutip Goal.
Milan sendiri kabarnya memang tertarik untuk mendapatkan Hamsik sepeninggal Andrea Pirlo pada akhir musim lalu. Apalagi kabarnya Milan memiliki cadangan dana sebesar 50 juta euro untuk transfer pemain pada bursa transfer musim panas ini.
Hanya saja transfer Hamsik ke Milan masih dalam tanda tanya menyusul pernyataan pemilik sekaligus presiden I Rossoneri, Silvio Berlusconi, yang berjanji kalau klubnya tidak akan membeli pilar Napoli itu di hadapan fan Partenopei beberapa waktu lalu.
Sumber: Bolanews.com
Powered By Facebook a>
Berbeda dengan perayaan kemenangan di sejumlah kompetisi pada umumnya, Primera Division La Liga mengenalkan sebuah tradisi unik sekaligus menarik dalam menyambut sang juara. Orangorang Spanyol menyebutnya el pasillo. Tradisi ini biasanya digelar di partai kandang terakhir tim juara menjelang penutup musim seperti yang tampak dalam partai Barcelona versus Deportivo La Coruna pekan lalu di Camp Nou.
Secara harfiah, pasillo berarti “koridor, lorong”. Layaknya sebuah tradisi yang turun-temurun dan tumbuh di masyarakat, tidak ada catatan pasti bagaimana pasillo mulai merasuk ke dalam lingkungan sepak bola Spanyol. Bisa disebut pasillo adalah folklor bagi kebanyakan masyarakat Hispania di Amerika Latin. Dengan kata lain, pasillo adalah hasil kebudayaan manusia yang populer, menasional, dan turun-temurun.
Mengadopsi genre musik waltz khas Amerika Latin, pasillo adalah sejenis tarian komunal dalam sebuah kegiatan sosial masyarakat yang mengekspresikan kegembiraan karena datangnya kemerdekaan hidup. Berjajar saling berhadapan, setiap pasangan sebagai pusat perhatian menari bergantian dengan tepukan irama ¾.
Sebagai sebuah aksentuasi sosial, tidaklah mengherankan bila pasillo kemudian menular ke lingkungan sepak bola sebagai permainan komunal melalui para penggila olah raga ini. Ketika tim yang didukung memenangi pertandingan, mereka pun menari bergembira merayakan keberhasilan tersebut. Sekelompok orang di tribun kemudian berbaris membentuk semacam “lorong” dengan salah seorang menari sebagai pusat perhatian. Konon, keunikan perayaan ini diasosiasikan sejumlah jurnalis mirip sebuah catwalk.
Kini, konsep pasillo tidak mengalami pergeseran, hanya sedikit mengalami modifikasi karena diimplementasikan di atas lapangan.
Seolah panggung catwalk, setiap tapak kaki para juara di altar sepak bola yang diiringi aplaus pendukung menerobos "lorong" pemain lawan menuju penghormatan sang juara.
Sumber: Bolanews.com
Sumber: Bolanews.com
Powered By Facebook a>
Tidak pernah tebersit dalam benak siapa pun pelaku di dunia olah raga profesional dewasa ini keinginan untuk mengalah sebelum bertanding, apa pun kondisi yang terpapar saat itu. Taruhannya jelas, pride dan prize sebagai yang terbaik.
Tidaklah mengherankan bila ketika tim atau seorang atlet harus menyerahkan kemenangan kepada lawannya sebelum atau di tengah pertandingan, penyesalan mendalam tergambar dalam setiap gestur tubuhnya. Sebagai konsekuensi, ia harus memberikan kemenangan WO kepada sang lawan. Sebuah situasi yang tidak menguntungkan bagi kedua belah pihak. Sementara seseorang harus “menderita” karena faktor nonteknis, kontestan di seberang sana seperti mendapat kemenangan tanpa berkeringat.
Itulah kenapa WO sebisa mungkin diminimalkan jauh-jauh hari. Selain tidak mencerminkan semangat fair play dalam sebuah persaingan, juga demi kualitas kompetisi itu sendiri.
Dalam konteks olah raga, WO adalah kependekan dari walkover. Oxford English Dictionary di antaranya menyatakan bahwa walkover pertama kali diimplementasikan dalam lomba pacuan kuda di Inggris. Terminologi khas pacuan kuda ini dipopulerkan Jockey Club, sebuah penyelenggara komersial balap kuda dan kini dikenal sebagai British Houseracing Authority pada awal abad ke-19 dengan maksud untuk melegimitasi kemenangan seekor kuda pacuan dalam satu putaran perlombaan.
Karena dalam perlombaan hanya ada satu starter kuda tunggangan, sementara peserta yang lain tidak muncul akibat diskualifikasi atau tengah menjalani skorsing, maka secara tidak langsung boleh melaju ke putaran berikutnya. Ia mendapat privilese ‘menapak ke atas’ sebagai ganjaran. Begitu kira-kira definisi walkover seperti yang termaktub dalam Oxford English Dictionary.
Sebelumnya, si kuda pacuan harus menyelesaikan satu lap putaran dan melewati judge’s box untuk keabsahan kemenangan.
Kini, istilah walkover telah menjadi konsumsi publik yang mengacu pada persaingan di antara kubu atau individu. Ruang lingkupnya pun tak hanya olah raga, tapi sudah mengokupasi setiap sendi kehidupan seperti politik. Inilah sumbangan dunia olah raga dalam memperkaya perbendaharaan peristilahan.
Sumber : bolanews. com
Powered By Facebook a>
Manajer Blackpool, Ian Holloway, harus mulai hati-hati saat melakukan pergantian pemain. Khususnya terhadap tiga personel dengan kemiripan nama: Luke Varney, David Carney, dan Stephen Crainey.
Manajer klub promosi itu mengakui telah melakukan kesalahan pergantian pemain pada laga kontra Wolverhampton pekan lalu, yang berakhir 2-1 untuk Blackpool.
Holloway ingin mengganti Varney (nomor 16) dengan bek sayap Carney (29) agar melapis pertahanan di depan bek kiri Crainey (3). Akan tetapi, justru Crainey yang keluar digantikan Carney karena memang nomor kostum keduanya yang muncul di papan pergantian pemain.
”Kami membuat kekacauan. Saya sebenarnya ingin menarik Varney, seorang striker, dan memasukkan Carney agar tim dapat lebih bertahan. Tapi, yang keluar justru Crainey,” kata Holloway kepada Blackpool Gazette. “Untung saja pergantian itu positif dan kami tidak mengalami momen ‘apa yang ia lakukan di lapangan?’. Saya tak ingin hal itu terjadi,” tambah Holloway.
Sang manajer pun membuat kebijakan baru bahwa para staf harus mengonfirmasi ulang setiap perintahnya karena Varney, Carney, dan Crainey agak susah dilafalkan.
Sumber: Bolanews.com
Powered By Facebook a>
Animo masyarakat yang begitu besar atas pergelaran Djarum Indonesia Open Premier Super Series 2011 membuat BWF pun sampai menyatakan bahwa penyelenggaraan ajang tahunan ini menjadi salah satu yang terbaik tahun ini.
Penilaian ini meluncur dari Darren Parks, Events Director BWF, dalam jumpa pers pada Minggu malam, usai kejuaraan berhadiah total 600 ribu dolar AS itu dihelat.
“Bahkan, dari sisi peminat dan pelaksanaannya, penyelenggaraan kejuaraan ini bahkan bisa disetarakan dengan All England,” tegas Darren.
Ya, tidak salah penilaian wakil BWF tersebut. Bisa dikatakan tiada hari tanpa keriuhan di barisan penonton, baik di dalam dan luar Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, selama 21-26 Juni.
“Dari sukses penyelenggaraan memang sangat baik karena penonton memenuhi Istora di dalam dan di luar. Ini adalah bukti yang sangat baik dari maintenance Djarum kepada para penggemar bulu tangkis,” ujar ketua panpel yang juga Sekjen PB PBSI, Jacob Rusdianto.
Para penggemar bulu tangkis sangat dimanjakan dengan berbagai sajian yang diberikan panitia. Mulai dari poster replika para pemain nasional yang pernah menjadi jawara-jawara internasional seperti Liem Swie King hingga Candra Wijaya, giant screen di area pintu masuk Istora bagi yang tak kebagian tiket, meet and greet dengan para pebulu tangkis dunia, hingga kehadiran stan-stan di Planet Badminton yang membuat atmosfer bulu tangkis semakin terasa.
Hal senada diutarakan oleh Roland Halim, perwakilan PT Djarum. Menurutnya, penyelenggaraan kali ini sukses. Penonton selalu memenuhi arena, sementara sisi hiburan yang digelar di Planet Badminton juga terasa semarak. “Kalaupun ada yang kurang, hanya karena tidak ada gelar yang direbut pemain kita,” tegasnya.
Istora yang dibangun pada sekitar tahun 1960-an dan berdaya tampung sekitar 6.000 orang ini sepertinya sudah tak mampu lagi menyerap seluruh kegilaan masyarakat Indonesia akan bulu tangkis.
Sumber: Bolanews.com
Sumber: Bolanews.com
Powered By Facebook a>
Animo masyarakat yang begitu besar atas pergelaran Djarum Indonesia Open Premier Super Series 2011 membuat BWF pun sampai menyatakan bahwa penyelenggaraan ajang tahunan ini menjadi salah satu yang terbaik tahun ini.
Penilaian ini meluncur dari Darren Parks, Events Director BWF, dalam jumpa pers pada Minggu malam, usai kejuaraan berhadiah total 600 ribu dolar AS itu dihelat.
“Bahkan, dari sisi peminat dan pelaksanaannya, penyelenggaraan kejuaraan ini bahkan bisa disetarakan dengan All England,” tegas Darren.
Ya, tidak salah penilaian wakil BWF tersebut. Bisa dikatakan tiada hari tanpa keriuhan di barisan penonton, baik di dalam dan luar Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, selama 21-26 Juni.
“Dari sukses penyelenggaraan memang sangat baik karena penonton memenuhi Istora di dalam dan di luar. Ini adalah bukti yang sangat baik dari maintenance Djarum kepada para penggemar bulu tangkis,” ujar ketua panpel yang juga Sekjen PB PBSI, Jacob Rusdianto.
Para penggemar bulu tangkis sangat dimanjakan dengan berbagai sajian yang diberikan panitia. Mulai dari poster replika para pemain nasional yang pernah menjadi jawara-jawara internasional seperti Liem Swie King hingga Candra Wijaya, giant screen di area pintu masuk Istora bagi yang tak kebagian tiket, meet and greet dengan para pebulu tangkis dunia, hingga kehadiran stan-stan di Planet Badminton yang membuat atmosfer bulu tangkis semakin terasa.
Hal senada diutarakan oleh Roland Halim, perwakilan PT Djarum. Menurutnya, penyelenggaraan kali ini sukses. Penonton selalu memenuhi arena, sementara sisi hiburan yang digelar di Planet Badminton juga terasa semarak. “Kalaupun ada yang kurang, hanya karena tidak ada gelar yang direbut pemain kita,” tegasnya.
Istora yang dibangun pada sekitar tahun 1960-an dan berdaya tampung sekitar 6.000 orang ini sepertinya sudah tak mampu lagi menyerap seluruh kegilaan masyarakat Indonesia akan bulu tangkis.
Sumber: Bolanews.com
Sumber: Bolanews.com
Powered By Facebook a>
Senin, 27 Juni 2011
Sebutkan lima permain terbaik di dunia saat ini. Bila kepada Anda diberikan pertanyaan seperti ini, adakah kemungkinan satu dari lima nama itu menyelip pesepak bola asli Inggris?
Bila Anda ragu-ragu menjawabnya, tentu lebih mudah menyebut satu pemain terbaik di dunia yang berkompetisi di tanah Inggris.
Inggris. Bila saya mengaitkan negara ini dengan sepak bola, yang lebih menonjol adalah kompetisinya. Siapa pencinta sepak bola yang tak kenal English Premier League (EPL)? Liga ini disebut-sebut sebagai yang terbaik di dunia. Tentu media Inggris punya peranan besar atas tersebarnya atribut tersebut ke seluruh pelosok dunia.Bagaimana dengan pemain dan prestasinya? Gelar Piala Dunia 1966 saat menjadi tuan rumah adalah the only one kebanggaan masyarakat Inggris di pentas elite sepak bola dari 13 kali penampilan di putaran final PD.Di Afrika Selatan 2010, laju Steven Gerrard dkk. hanya mencapai babak 16 besar karena dihentikan Jerman dengan skor 1-4.Di Piala Eropa, Three Lions tampil sebanyak tujuh kali dari 12 pergelaran. Prestasi? Hmm... belum pernah mencapi babak final. Mereka bahkan tidak lolos ke putaran final Euro 2008 di Austria dan Swiss.Lalu, mari lihat prestasi individu pemain Inggris di panggung bergengi bernama FIFA World Player of the Year. Sejak penghargaan pertama kali diberikan kepada Lothar Matthaeus (Jerman) pada 1991, tak satu pun pesepak bola Inggris yang meraihnya.Prestasi tertinggi pria Inggris adalah berada di posisi kedua yang diraih David Beckham ketika Rivaldo menjadi yang terbaik tahun 1999 dan Luis Figo (2001), serta Frank Lampard di bawah Ronaldinho (2005).Tapi, dalam daftar 10 klub dengan pengeluaran gaji rata-rata per tahun terbesar di dunia, EPL mengirimkan empat klubnya. Chelsea, dengan rata-rata gaji pemain per tahun sebesar 6 juta dolar AS berada di bawah Barcelona (7,9 juta) dan Real Madrid (7,4).Manchester City ada di peringkat kelima dengan 6,9 juta, diikuti Manchester United (5,1), Liverpool (4,9), dan Arsenal (4,1) di posisi kedelapan, sembilan, dan sepuluh.Keberhasilan sejumlah klub Inggris berbicara di kompetisi antarklub paling elite di Eropa, UEFA Champions League, sungguh dijadikan alat oleh media setempat untuk mengatakan bahwa mereka memiliki kompetisi terbaik.Salah satu contohnya adalah ketika Liverpool, Man. United, dan Chelsea menguasai semifinal Liga Champion 2007/08 serta Man. United, Chelsea, dan Arsenal di semifinal kompetisi serupa setahun kemudian.Ketika The Young Lions yang dipimpin Stuart Pearce berlaga di Piala Eropa U-21 di Denmark 2011, penilaian tinggi terhadap sepak bola Inggris kembali menghantui saya.Sejak melihat gerak tubuh Michael Mancienne saat berhadapan dengan Javi Martinez (Spanyol) sebelum laga dimulai, saya langsung meragukan kualitas The Young Lions. Sebagai kapten, body language alias bahasa tubuh Mancienne jauh dari kenangan saya terhadap seorang David Beckham.Seri 1-1 melawan Spanyol dan bermain tanpa gol kontra Ukraina. Di manakah kehebatan sepak bola Inggris yang begitu menguasai pemberitaan sepak bola dunia?"Tantangan terbesar tim Inggris adalah menciptakan peluang untuk mencetak gol dan menyelesaikannya." Bukankah ucapan Trevor Brooking, legenda hidup sepak bola Inggris yang terkenal sebagai gelandang West Ham United, menyinggung dasar sepak bola?Untuk apakah 11 pemain bekerja sama dalam satu tim dan berjuang dalam waktu yang sempit 2 x 45 menit? Membangun serangan dan mencetak gol demi kemenangan!Di Malaysia pada Piala Dunia U-20, saya merasakan langsung betapa pemberitaan terhadap timnas Inggris jauh dari apa yang diperoleh Argentina atau Brasil di awal kejuaraan. Contohnya, sosok Michael Owen disebut-sebut akan menjadi bintang.Hasilnya? Di babak 16, Inggris yang diasuh Ted Powell dihentikan Argentina yang akhirnya menjadi juara. Padahal, Powell diharapkan meneruskan kesuksesannya ketika membawa Inggris menjuarai Piala Eropa U-18 tahun 1993 mengalahkan Turki 1-0.Saya bukan menyepelekan sepak bola Inggris, kompetisi yang kerap memberikan kejutan dan tak henti mengajak jantung penontonnya ikut berdetak kencang.Yang ingin saya sampaikan adalah betapa baiknya EPL dikemas. Kekuatan bahasa Inggris dipakai untuk menguasai dan merangkul seluruh pencinta sepak bola di dunia. Media massa paham bahwa pemberitaan memakai bahasa Inggris kerap berdampak jauh dari kenyataan.English Premier League adalah raja di negeri sendiri, dan menjadi pangeran di sejumlah negara."Bung, bagaimana nasib kompetisi kita sesudah kongres PSSI nanti?" Saya paham, pertanyaan salah satu pembaca BOLA ini mengacu pada kehadiran Liga Primer Indonesia di sisi Liga Super Indonesia.Sungguh tak mudah menjawabnya ketika persaingan (pertengkaran) yang muncul untuk menguasai PSSI tak henti dan melelahkan. Bisakah kita mengemas kompetisi domestik menjadi raja di negeri sendiri seperti halnya EPL di Inggris?Semoga impian itu menjadi doa kita bersama, termasuk harapan terhadap fungsi dan peran pers di negeri sendiri.
Sumber: Bolanews.com
Powered By Facebook a>
Mungkin tak banyak yang tahu seorang pemain sepak bola nasional sekaliber Bambang Pamungkas ternyata awalnya merasa terpaksa menjadi seorang atlet lapangan hijau. Cita-citanya semasa kecil ternyata ingin menjadi seorang guru.
Hal itu diungkap striker Persija Jakarta sekaligus kapten tim nasional Indonesia, Bambang Pamungkas, ketika ditanya apa cita-citanya semasa kecil di sela-sela konferensi pers "Sang Bintang Telah Datang", salah satu rangkaian acara Biskuat Tiger Cup, Rabu (22/6).
Bambang menjadi salah satu duta Biskuat bersama bintang sepak bola asal Spanyol yang bermain di Arsenal, Cesc Fabregas, yang juga hadir dalam konferensi pers tersebut dan akan bertolak ke Bali, Kamis (23/6), untuk memberi dukungan secara langsung kepada para finalis Biskuat Tiger Cup yang sedang berkompetisi di Pulau Dewata itu.
Ketika ditanya oleh salah satu peserta Biskuat Tiger Cup, Ahmad Yanuar, tentang cita-citanya di masa kecil, pemain yang akrab disapa Bepe itu mengaku sebenarnya ingin menjadi seorang guru dan terpaksa menjadi pemain sepak bola.
"Cita-cita saya waktu kecil sebenarnya ingin menjadi guru," aku Bambang. "Saya terpaksa menjadi pemain sepak bola karena ayah saya adalah seorang pelatih dan kakak saya juga seorang pemain sepak bola," lanjutnya.
Bambang mengaku bahwa seiring waktu ia semakin menyukai sepak bola dan kemudian bertekad untuk bisa menjadi pemain tim nasional Indonesia, yang sekarang sudah berhasil ia wujudkan.
"Saya pertama kali bermain sepak bola umur delapan tahun ketika bergabung dengan SSB Hobi Sepak Bola di Getas, Salatiga, yang sebenarnya punya ayah saya sendiri. Begitu mengenal sepak bola, saya langsung bertekad jadi pemain tim nasional," kisah Bepe.
Kepada anak-anak peserta Biskuat Tiger Cup, Bepe juga menekankan pentingnya pendidikan bagi seorang pemain sepak bola. Selain itu, pemain tim nasional Indonesia berusia 31 tahun itu juga berpesan agar anak-anak tetap memiliki mimpi dan tidak boleh takut pada sebuah kegagalan.
Sumber: bolanews.com
Sumber: bolanews.com
Powered By Facebook a>
Giovanni van Bronckhorst, Cesc Fabregas, dan Rio Ferdinand. Tiga nama level atas dalam panggung sepak bola Eropa akan menghiasi kehidupan penggemar olah raga terpopuler di Tanah Air selama Juni.
Arsenal FC, Liverpool FC, dan Chelsea FC. Tiga klub besar dari Inggris ini akan menjadi penghibur masyarakat Malaysia selama Juli tahun ini. Ya, ketiganya diprogramkan akan melakoni persiapan menyambut musim 2011/12 dengan menyambangi negara tetangga kita.
Ah, sebaiknya tak usah kita membahas perbedaan tamu Indonesia dan Malaysia. Rasa dongkol karena kegagalan kedatangan Manchester United ke Tanah Air dua tahun lalu yang dimanfaatkan Negeri Jiran itu masih tersisa. Saya sangat yakin, setiap kejadian buruk di Indonesia adalah momentum negara tetangga untuk menjual sektor ekonomi hingga pariwisata mereka ke seluruh dunia.
Saya masih ingat di pengujung tahun 1998 ketika hendak meliput Piala Toyota di Tokyo antara Real Madrid versus Vasco da Gama bersama fotografer Tjandra Moh. Amin. Di hotel, tayangan yang menemani kami adalah kerusuhan di Ketapang, Jakarta. Ketika kekerasan dan murka menguasai sejumlah orang di Ibu Kota, tontonan kami adalah kebiadaban manusia yang menghilangkan nyawa puluhan orang serta membakar banyak sekolah dan rumah ibadah.
Lalu, di mana muka-muka ramah dan penuh bersahabat yang selama ini disebut menjadi ciri khas manusia Indonesia? Benarkah kita bangsa yang ramah? Pertanyaan ini menjadi sebuah sindiran atas kegagalan propaganda pemerintah Order Baru. Ketika rezim Soeharto tumbang, bangsa yang bersahabat itu seolah mencopot topeng yang selama ini dikenakan.
Bom yang berkali-kali mengganggu kehidupan bangsa ini seharusnya tidak merupakan pembenaran vonis bangsa yang ternyata tidak ramah dan bersahabat, serta saling pengertian dalam perbedaannya. Walau kisruh di tubuh federasi sepak bola kita menambah dalam stigma alias ciri negatif bangsa ini, kita tak boleh tercebur dalam pembenaran itu.
Kehadiran Fabregas, Van Bronckhorst, atau Rio Ferdinand yang dijadwalkan datang minggu depan sebaiknya dijadikan momentum meladeni kampanye negatif negara tetangga terhadap kondisi negeri kita. Tanah Air beta adalah tempat yang damai dan menyenangkan untuk dikunjungi.
Mari kita berharap pesepak bola kaliber dunia ini membawa kabar baik ketika mereka pulang kembali ke negaranya atau berkunjung ke tempat lain. Semoga Gio, Cesc, dan Rio berkata kepada rekan-rekan dan kenalannya, “Baru-baru ini saya berkunjung ke Indonesia, ternyata di sana aman-aman saja, penduduknya pun sangat ramah. Saya merasa nyaman dan senang. Suatu waktu saya akan kembali ke Indonesia.”
Pengkhianat Sepak BolaSelain harapan dan doa akan misi positif yang dibawa pulang tamu-tamu istimewa kita, perhatian saya tertuju pada sebuah kata yang penuh teka-teki dalam sepak bola, yakni “kesetiaan”. Dalam panggung sepak bola saat ini, sosok seperti Paolo Maldini, Javier Zanetti, Steven Gerrard, hingga Sir Alex Ferguson menjadi langka.Lawan kesetiaan adalah pengkhianatan. Bisakah Christian Vieri, Zlatan Ibrahimovic, Robinho, atau Carlos Tevez disebut sebagai pengkhianat karena kerap berganti klub atau mengancam akan pindah demi kontrak baru bernilai “wah”? Jangan terburu-buru menjatuhkan vonis. Vieri, yang sejak berkarier di dunia profesional sejak 1991 telah 14 kali berpindah klub, tentu punya alasan untuk “mengasah kemampuan adaptasinya.”Ketika FC Porto menjuarai Liga Portugal dan UEFA Europa League 2010/11, sosok Andre Villas-Boas mencuat sebagai pelatih yang disebut menjadi rebutan sejumlah klub kaya. Keterkaitan dirinya sebagai pendamping Jose Mourinho dianggap akan berguna bagi klub pemilik ketika mereka tak bisa mendapatkan The Special One.“Saya punya komitmen bersama Porto dan masa depan saya ada bersama klub ini. Saya tak memikirkan klub lain,” begitu ucapan Villas-Boas, pria berusia 33 tahun pada pertengahan Mei 2011 yang pernah saya baca di Sky Sports. Pada 21 Juni di tahun yang sama, Chelsea memberikan Porto sebanyak 15 juta euro sebagai kompensasi kepindahan sang pelatih ke London. Sehari kemudian Chelsea mengumumkan Villas-Boas sebagai pengganti Carlo Ancelotti.Apakah Leonardo Nascimento de Araujo yang meninggalkan Internazionale menuju Paris Saint-Germain punya inti cerita yang sama dengan Villas-Boas? Atau masih ingatkah Anda janji setia Cristiano Ronaldo pada Manchester United dan tak lama kemudian mengenakan jersey putih Real Madrid?Sekali lagi, jangan terburu-buru menghakimi mereka sebagai pengkhianat meski setiap pengkhianatan dimulai dari kepercayaan. Setujukah Anda bila ada yang berkata bahwa pengkhianatan adalah kebenaran yang melekat di dalam benak manusia?Jean Renoir, sutradara film dari Prancis yang terkenal di era 1960-an, pernah melemparkan sebuah pertanyaan yang menggelitik, “Apakah mungkin meraih kesuksesan tanpa sebuah tindakan pengkhianatan?”Hmm, menerjemahkan pertanyaan ini dalam bursa transfer sepak bola sangatlah tidak mudah. Ketika Fernando Torres memutuskan meninggalkan Liverpool untuk bergabung bersama Chelsea pada pertengahan kompetisi lalu,tentu harapannya meraih kesuksesan bersama The Blues walau harus meninggalkan luka dan benci dalam diri pendukung setia Liverpool.Mungkin, para pemain dan pelatih yang berpaling meninggalkan klub yang telah membesarkan mereka demi mencari tantangan baru punya prinsip seperti ini, “Apapun bisa dikhianati, siapapun bisa dimaafkan, tetapi tidak untuk mereka yang tak memiliki keberanian terhadap kehebatan mereka sendiri.Seperti ucapan petinju legendaris dunia, Muhammad Ali, “Dia yang tidak cukup berani untuk mengambil risiko tidak akan menyelesaikan apapun dalam hidupnya.”Lalu, apakah pelajaran yang kita petik dari “pengkhianatan” Villas-Boas, Leonardo, atau Cristiano Ronaldo? Perjalanan meraih kesuksesan memang membutuhkan risiko dan keberanian.
Sumber: bolanews.com
Powered By Facebook a>
David Villa akhirnya membantah soal rumor kepindahan dirinya dari Camp Nou. Sebaliknya, dia berharap bisa mengakhiri karier di Barcelona.
Striker timnas Spanyol ini didatangkan dari Valencia dengan nilai transfer 40 juta euro. Dia telah membuktikan ketajamannya dengan melesakkan 23 gol di semua ajang serta turut mempersembahkan gelar La Liga dan trofi Liga Champion bagi Barcelona.
Sejak berakhirnya musim 2010-2011, banyak timbul spekulasi soal hengkangnya Villa dari Camp Nou. Manchester City dan Chelsea disebut-sebut sebagai labuhan Villa berikutnya.
Berbicara di sebuah acara promosi, Villa membantah. " Semua yang dikatakan media tidak mengganggu saya karena itu hanya rumor, hal itu tidak benar."
"Saya ingin punya kesempatan untuk pensiun di Barca, meski usia saya baru menginjak 29. Saya ingin tetap di Barca selama mungkin," tuturnya pada situs resmi Barcelona.
Villa juga sempat berkomentar mengenai calon pendatang baru di Catalan, Alexis Sanchez dan Cesc Fabregas.
"Mereka berdua adalah pemain yang sangat bagus di level individu maupun secara kolektif. Itu akan menjadi dorongan besar bagi klub untuk lebih baik lagi," paparnya.
Sumber: bolanews.com
Sumber: bolanews.com
Powered By Facebook a>
Keputusan Edwin Van Der Sar untuk pensiun membuat posisi penjaga gawang utama Manchester United belum jelas.
Belum diketahuinya putusan Sir Alex Ferguson mengenai siapa penjaga gawang utama Setan Merah musim depan, dan situasi ini membuat Andres Lindegaard makin bersemangat. Pemain berusia 27 tahun ini bertekad menjadi pilihan utama Setan Merah musim depan.
"Saya sangat bersemangat memulai musim baru," kata lelaki asal Denmark itu dikutip dari Sunmorsposten. "Ini akan jadi musim yang menarik bagi saya dan tim."
Sejak datang ke Old Trafford Januari silam, pemilik empat caps bersama tim Dinamit ini belum mampu menggeser posisi Van Der Sar. Fergie hanya memberinya kesempatan tampil dua kali di ajang Piala FA musim lalu.
"Saya akan berjuang keras agar mendapat posisi sebagai kiper utama. Tujuan untuk Manchester United adalah memenangkan sebanyak-banyaknya gelar dan saya akan melakukan segalanya untuk memberi kontribusi terbaik," tuntasnya.
Sumber: bolenews.com
Sumber: bolenews.com
Powered By Facebook a>
Jumat, 24 Juni 2011
Alasan Cesc Fabregas, kapten Arsenal dan bintang Timnas Spanyol, ke Indonesia tak lain ingin membantu anak-anak Indonesia agar bisa ‘naik kelas’ menjadi pemain kelas dunia. Setidaknya, bisa menjadi ‘Macan Asia’ yang membuat bangga negaranya.
“Anak-anak adalah masa depan. Di sepakbola, mereka sangat penting untuk regenerasi. Saya juga dulunya anak-anak, dan ingin menjadi pesepakbola profesional. Jadi, ini merupakan kehormatan bagi saya untuk membimbing mereka (anak Indonesia),” papar Fabregas dalam jumpa pers di Hotel Shangrila, Jakarta, Rabu (22/6/2011).
Bimbingan yang dimaksud Fabregas adalah memberikan dukungan melalui program pengembangan sepak bola usia dini yang digagas oleh produsen consumer goods Biskuat. Salah satunya melalui ajang Biskuat Tiger Cup 2011.
“Ekspektasi saya, anak-anak bisa enjoy, fun di kompetisi ini. Kamu bisa menang atau kalah, tapi itu tidak masalah. Yang terpenting, kita bisa menghabiskan waktu bersama, senang dan susah. Di sini, kita bisa menjalin banyak pertemanan dan kemudian membawa kita lebih baik di masa depan,” kata peraih trofi juara Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010 ini.
Fabregas mengaku bahagia ketika bisa menemani anak-anak dari Indonesia, yang menjadi juara Tiger Cup musim lalu ke London, markas Arsenal. Hal mana membuatnya sangat gembira.
“Saya senang melihat anak-anak happy ketika mereka main ke London. Semoga ini bisa memberi inspirasi mereka dalam bertualang untuk nantinya bermain di liga-liga besar dunia,” kata Fabregas.
Dalam kesempatan ini, pria asli Catalan itu juga membagi tips dan trik untuk anak-anak agar bisa mengikuti jejak keberhasilannya.
“Tips saya untuk anak-anak, saya selalu memotivasi diri. Semakin berat lawan-lawanmu, semakin kita ingin melakukan yang lebih baik lagi. Memenangkan sesuatu, menjadi profesional, mengulanginya lagi.
“Ketika kamu kehilangan motivasi, berarti memang waktunya bagi kamu untuk berhenti dan mencoba sesuatu yang baru,” cetusnya.
Fabregas mengakui tak mudah bagi seorang anak untuk tumbuh dan mengembangkan karirnya di luar kampung halamannya. Ia sendiri sudah hijrah ke Arsenal di Inggris dari Barcelona, Spanyol, sejak usia yang sangat muda.
“Berat sekali bagi saya. Itu sebabnya saya tahu tak mudah bagi anak-anak. Untungnya saya punya keluarga yang selalu menemani saya,” tuntas pemain yang tengah jadi incaran Barcelona itu.
Bimbingan yang dimaksud Fabregas adalah memberikan dukungan melalui program pengembangan sepak bola usia dini yang digagas oleh produsen consumer goods Biskuat. Salah satunya melalui ajang Biskuat Tiger Cup 2011.
“Ekspektasi saya, anak-anak bisa enjoy, fun di kompetisi ini. Kamu bisa menang atau kalah, tapi itu tidak masalah. Yang terpenting, kita bisa menghabiskan waktu bersama, senang dan susah. Di sini, kita bisa menjalin banyak pertemanan dan kemudian membawa kita lebih baik di masa depan,” kata peraih trofi juara Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010 ini.
Fabregas mengaku bahagia ketika bisa menemani anak-anak dari Indonesia, yang menjadi juara Tiger Cup musim lalu ke London, markas Arsenal. Hal mana membuatnya sangat gembira.
“Saya senang melihat anak-anak happy ketika mereka main ke London. Semoga ini bisa memberi inspirasi mereka dalam bertualang untuk nantinya bermain di liga-liga besar dunia,” kata Fabregas.
Dalam kesempatan ini, pria asli Catalan itu juga membagi tips dan trik untuk anak-anak agar bisa mengikuti jejak keberhasilannya.
“Tips saya untuk anak-anak, saya selalu memotivasi diri. Semakin berat lawan-lawanmu, semakin kita ingin melakukan yang lebih baik lagi. Memenangkan sesuatu, menjadi profesional, mengulanginya lagi.
“Ketika kamu kehilangan motivasi, berarti memang waktunya bagi kamu untuk berhenti dan mencoba sesuatu yang baru,” cetusnya.
Fabregas mengakui tak mudah bagi seorang anak untuk tumbuh dan mengembangkan karirnya di luar kampung halamannya. Ia sendiri sudah hijrah ke Arsenal di Inggris dari Barcelona, Spanyol, sejak usia yang sangat muda.
“Berat sekali bagi saya. Itu sebabnya saya tahu tak mudah bagi anak-anak. Untungnya saya punya keluarga yang selalu menemani saya,” tuntas pemain yang tengah jadi incaran Barcelona itu.
Sumber : http://sepakbola.com
Powered By Facebook a>
Berita Bola. Sejak dibentuk pada 1908 seragam utama Inter Milanberwarna hitam dan biru yang diaplikasikan dalam ornamen strip. Julukan I Nerazzurri (hitam-biru) pun lantas melekat. Selain itu, Inter Milan juga mempunyai julukan Il Biscione dan Il Serpente. Keduanya sama-sama berarti ular. Bedanya, yang pertama adalah ular rumput besar, dan kedua adalah ular naga. Ular merupakan lambang kekuatan kota Milan.
Kendati ular juga menjadi simbol Inter, sejak disponsori Nike, mereka belum pernah menggunakan unsur ular dalam desain jersey. Musim ini berbeda, untuk pertama kalinya, mereka mengambil inspirasi dari kulit ular dan diterapkan ke dalam kostum kandang.
Nike sebagai kit provider sengaja merancang kostum kandang yang berbeda. Strip hitam putih memang dipertahankan, tapi garis stripnya tak lagi lurus alias dibuat zig-zag dan menyerupai kulit ular.
Bagian kerah juga berbeda. Jika musim lalu berbentuk melingkar, kini berbentuk huruf V. Bentuk leher yang berarti victory atau kemenangan itu pun sengaja dibuat longgar agar pemain bisa bernapas maksimal.
Keberadaan unsur ular yang lebih ekstrem ada di kostum tandang. Gambar ular naga dibawah ketiak kiri memanjang kebawah, sementara kepalanya di lengan kiri. Gamabar ular naga itu memiliki corak berwarna hitam dan biru yang merupakan ciri khas Inter.
Warna utama kostum tandang sendiri tetap sama seperti musim lalu yakni putih. Perbedaannya, selain terdapat gambar ular naga, kerah tak lagi berbentuk bulat melainkan huruf V. Bentuk ini sama persis dengan kerah yang ada pada kostum kandang.
Selain itu, rancangan kostum tandang musim ini terinspirasi kostum tandang Inter musim 1964/65. Tentu ada maksudnya, pada musim itu Inter berhasil mempertahankan trofi Liga Champions yang sebelumnya juga mereka raih pada musim 1963/64.
Bobot kostum sekarang 13 persen lebih ringan ketimbang kostum sebelumnya. Zona ventilasi udara juga diterapkan disamping kaus tepatnya dibawah ketiak sampai kebawah. Sistem ini bisa meningkatkan aliran udara hingga tujuh persen jika dibandingkan kostum sebelumnya.
Bagi anda yang ingin membeli jersey Inter Milan, sebaiknya anda perhatikikan ciri khas kostum yang asli. Berikut ciri-ciri kostum resmi Inter Milan musim 2010/11:
1. Kostum Kandang
· Ornamen Zig-Zag Pada Strip
Strip hitam biru tidak lagi berbentuk garis lurus, melainkan zig-zag. Ini merupakan desain yang sengaja dibuat untuk menyulap kostum menyerupai sisik atau kulit ular naga.
Strip hitam biru tidak lagi berbentuk garis lurus, melainkan zig-zag. Ini merupakan desain yang sengaja dibuat untuk menyulap kostum menyerupai sisik atau kulit ular naga.
· Kerah Berbentuk Huruf V
Bagian kerah tidak lagi berbentuk lingkaran melainkan berbentuk huruf V yang berarti victory. Dibuat lebih longgar agar pemain bisa lebih leluasa dalam bernapas.
Bagian kerah tidak lagi berbentuk lingkaran melainkan berbentuk huruf V yang berarti victory. Dibuat lebih longgar agar pemain bisa lebih leluasa dalam bernapas.
· Tulisan Inter
Di leher bagian belakang terdapat tulisan Inter dengan huruf cetak dan berwarna putih.
Di leher bagian belakang terdapat tulisan Inter dengan huruf cetak dan berwarna putih.
2. Kostum Tandang
· Gambar Ular Naga
Kostum tandang Inter musim ini sangat ekstrem karena terdapat gambar ular naga yang ditempatkan di sebelah sisi kiri. Ular naga merupakan simbol Inter sekaligus lambang kota Milan
Kostum tandang Inter musim ini sangat ekstrem karena terdapat gambar ular naga yang ditempatkan di sebelah sisi kiri. Ular naga merupakan simbol Inter sekaligus lambang kota Milan
· Kerah Berbentuk Huruf V
Bagian kerah tidak lagi berbentuk lingkaran melainkan berbentuk huruf V yang berarti victory. Dibuat lebih longgar agar pemain bisa lebih leluasa dalam bernapas.
Bagian kerah tidak lagi berbentuk lingkaran melainkan berbentuk huruf V yang berarti victory. Dibuat lebih longgar agar pemain bisa lebih leluasa dalam bernapas.
· Tulisan Inter
Di leher bagian belakang terdapat tulisan Inter dengan huruf cetak dan berwarna biru.
Sumber:http://sepakbolaonline.com
Di leher bagian belakang terdapat tulisan Inter dengan huruf cetak dan berwarna biru.
Sumber:http://sepakbolaonline.com
Powered By Facebook a>
Rabu, 22 Juni 2011
- 1949 : Leslie Graham (AJS)
- 1950 : Umberto Masetti (Norton)
- 1951 : Geoff Duke (Norton)
- 1952 : Umberto Masetti (Gilera)
- 1953 -1955 : Geoff Duke (Gilera)
- 1956 : john Surtess (MV Agusta)
- 1957 : Libero Liberati (Gilera)
- 1958-1960 : John surtess (MV Agusta)
- 1961 : Gary Hocking (MV Agusta)
- 1962-1965 : Mike hailwood (MV Agusta)
- 1966-1972 : Giacomo Agostini (MV Agusta)
- 1973-1974 : Phil read (MV Aguata)
- 1975 : Giacomo Agostini (Yamaha)
- 1976-1977 : barry Sheene (Suzuki)
- 1978-1980 : Kenny Roberts (Yamaha)
- 1981 : Marco Lucchinelli (Suzuki)
- 1982 : Franco Uncini (Suzuki)
- 1983 : Freddie Spencer (Yamaha)
- 1984 : Eddie Lawson (Yamaha)
- 1985 : Freddie Spencer (Honda)
- 1986 : Eddie Lawson (Yamaha)Pratinjau
- 1987 : Wayne gardner (Honda)
- 1988 : Eddie Lawson (Yamaha)
- 1989 : Eddie Lawson (Honda)
- 1990-1992 : Wayne Rainey (Yamaha)
- 1993 : Kevin Scwhantz (Suzuki)
- 1994-1998 : Michael Doohan (Honda)
- 1999 : Alex Criville (Honda)
- 2000 : Kenny Roberts Jr. (Suzuki)
- 2001-2003 : valentino Rossi (Honda)
- 2004-2005 : Valentino Rossi (Yamaha)
- 2006 : Nicky Hayden (Honda)
- 2007 : Casey Stoner (Ducati )
- 2008-2009 : valentino Rossi (Yamaha)
- 2010 : Jorge Lorenzo (Yamaha)
- 2011: Who is the next,,??
Powered By Facebook a>
Sabtu, 18 Juni 2011
Berdiri: 1902
Alamat: C/ Concha Espina, 1 Spain
Telepon: (+34) 91 398 43 00 -
Surat Elektronik: mensajes@realmadrid.com
Laman Resmi: http://www.realmadrid.com
Ketua: Florentino Pérez
Direktur: Miguel Pardeza
Stadion: Santiago Bernabéu - Madrid
Sejarah Singkat
Klub Spanyol paling sukses ini boleh berbangga dengan berbagai gelar yang pernah diraihnya. Terbanyak menjuarai Primera Liga Spanyol, koleksi sembilan gelar Real Madrid di Liga Champions juga belum tertandingi klub manapun. Jika Madrid di era modern identik dengan Los Galacticos, klub ibukota Spanyol ini ternyata berdiri setelah terinspirasi kaum cendekiawan. Beberapa profesor dan mahasiswa asal Inggris memperkenalkan sepakbola dan Football Club Sky pun berdiri sebagai cikal bakal klub pada 1897. Tiga tahun berselang, klub terpecah menjadi Foot-Ball de Madrid dan Club Español de Madrid. Pada 1902, klub terakhir pecah lagi dan berdirilah Madrid Football Club, yang meraih gelar Copa del Rey 1905 dan turut mendirikan federasi sepakbola Spanyol pada 1909. Barulah pada 1920, klub menggunakan nama Real Madrid yang disematkan Raja Alfonso XIII.
Pada 1929, Madrid ikut memulai liga sepakbola Spanyol bersama sembilan klub lain. Hingga saat ini, bersama Barcelona dan Athletic Bilbao, Los Blancos menjadi klub yang tak pernah terdegradasi dari Primera Liga. Madrid memenangi gelar liga untuk kali pertama pada musim 1931/32. Pada periode ini, Madrid dipimpin presiden Santiago Bernabeu Yeste, yang membangun kembali stadion klub dan Ciudad Deportiva setelah rusak akibat Perang Saudara Spanyol. Awal 1953, Bernabeu mencetuskan ide menggunakan pemain berkelas dunia dari luar negeri. Penyerang kenamaan Argentina, Alfredo di Stefano, didatangkan. Sejarah pun mencatat kejayaan Madrid di Piala Champions sejak kali pertama digulirkan 1956. Madrid menjadi yang terbaik di Eropa selama lima edisi berturut-turut. Gelar keenam sukses diraih pada 1966.
Pada 1929, Madrid ikut memulai liga sepakbola Spanyol bersama sembilan klub lain. Hingga saat ini, bersama Barcelona dan Athletic Bilbao, Los Blancos menjadi klub yang tak pernah terdegradasi dari Primera Liga. Madrid memenangi gelar liga untuk kali pertama pada musim 1931/32. Pada periode ini, Madrid dipimpin presiden Santiago Bernabeu Yeste, yang membangun kembali stadion klub dan Ciudad Deportiva setelah rusak akibat Perang Saudara Spanyol. Awal 1953, Bernabeu mencetuskan ide menggunakan pemain berkelas dunia dari luar negeri. Penyerang kenamaan Argentina, Alfredo di Stefano, didatangkan. Sejarah pun mencatat kejayaan Madrid di Piala Champions sejak kali pertama digulirkan 1956. Madrid menjadi yang terbaik di Eropa selama lima edisi berturut-turut. Gelar keenam sukses diraih pada 1966.
Kejayaan juga terjadi di kancah domestik. Madrid tak tertahankan dengan menjuarai liga delapan kali pada periode 1960-an. Madrid mampu menjaga tradisi menjuarai liga pada setiap dasawarsa hingga terakhir kali melakukannya musim 2007/08. Pada 1980-an, bersama kuintet La Quinta del Buitre; yakni Emilio Butragueno, Manuel Sanchis, Martin Vazquez, Michel, dan Miguel Pardeza; Madrid lima kali berturut-turut menjuarai liga antara 1986 hingga 1990. Namun, mereka harus menunggu lama untuk melanjutkan kejayaan di Eropa. Baru pada 1997/98, 32 tahun setelah gelar terakhir, Madrid sukses menambah koleksi Liga Champions.
Pada dasawarsa 2000-an, kebijakan mengumpulkan pemain bintang, seperti yang pernah dilakukan Bernabeu, dilanjutkan presiden Florentino Perez. Pro dan kontra lahir, tapi Los Merengues tetap akan dikenal sebagai klub para pemain bintang.
Pada dasawarsa 2000-an, kebijakan mengumpulkan pemain bintang, seperti yang pernah dilakukan Bernabeu, dilanjutkan presiden Florentino Perez. Pro dan kontra lahir, tapi Los Merengues tetap akan dikenal sebagai klub para pemain bintang.
9 kali juara Piala Eropa / Liga Champions (1955/56, 1956/57, 1957/58, 1958/59, 1959/60, 1965/66, 1997/98, 1999/2000, 2001/02)
3 kali juara Intercontinental / Piala Dunia Antarklub (1960, 1998, 2002)
2 kali juara Piala UEFA (1984/85, 1985/86)
1 kali juara Piala Super Eropa (2002)
31 kali juara Primera Liga (1931/32, 1932/33, 1953/54, 1954/55, 1956/57, 1957/58, 1960/61, 1961/62, 1962/63, 1963/64, 1964/65, 1966/67, 1967/68, 1968/69, 1971/72, 1974/75, 1975/76, 1977/78, 1978/79, 1979/80, 1985/86, 1986/87, 1987/88, 1988/89, 1989/90, 1994/95, 1996/97, 2000/01, 2002/03, 2006/07, 2007/08)
17 kali juara Copa del Rey (1904/05, 1905/06, 1906/07, 1907/08, 1916/17, 1933/34, 1935/36, 1945/46, 1946/47, 1961/62, 1969/70, 1973/74, 1974/75, 1979/80, 1981/82, 1988/89, 1992/93)
1 kali juara Copa de la Liga (1984/85)
9 kali juara Piala Super Spanyol termasuk Copa Eva Duarte (1947, 1988, 1989, 1990, 1993, 1997, 2001, 2003, 2008)
Powered By Facebook a>
Berdiri: 1878
Alamat: Old Trafford, Manchester England
Telepon: 0161.86.88.000
Faksimile: 0161.86.88.804
Surat Elektronik: enquiries@manutd.co.uk
Laman Resmi: http://www.manutd.com
Ketua: Joel & Avram Glazer
Direktur: David Gill
Stadion: Old Trafford
Sejarah Singkat
Pada 1878, para pekerja depot Lancashire and Yorkshire Railway mendirikan klub sepakbola bernama Newton Heath L&YR FC. Klub tersebut nyaris mengalami kebangkrutan pada 1902 sebelum diselamatkan oleh investasi JH Davies, direktur pengelola Manchester Breweries. Dalam rapat direksi setelah pembelian, para pengurus klub merasa perlu mengubah nama klub untuk menandai awal yang baru. Pada 26 April 1902, dipilihlah nama Manchester United berkat usulan seorang pria berdarah Italia, Louis Rocca, di antara pilihan nama lain seperti Manchester Central dan Manchester Celtic.
Sukses pertama di liga dimulai pada 1907/08. Musim sebelumnya, MU memboyong Billy Meredith dan Sandy Turnbull dari rival sekota, Manchester City, akibat melanggar peraturan FA. United sukses unggul sembilan poin di atas tim peringkat kedua, Aston Villa. Setahun setelah sukses meraih mahkota liga, United menggaet trofi Piala FA untuk kali pertama. Dua bekas pemain City itu benar-benar menjadi inspirasi United untuk mendominasi persepakbolaan Inggris.
Di kancah Eropa, sukses United sohor dikenal dengan generasi Busby Babes. Setelah kehilangan banyak pemain berbakat akibat kecelakaan pesawat di Muenchen pada 6 Februari 1958, United bangkit sepuluh tahun kemudian. Upaya Busby membangun ulang United tidak sia-sia. Beberapa pemain muda yang ditemukannya, termasuk George Best, menginspirasikan kemenangan United 4-1 atas Benfica, yang masih diperkuat Eusebio.
Pada era modern, legenda United dilanjutkan pria Skotlandia bernama Sir Alex Ferguson. Sejak kompetisi Inggris memasuki era Liga Primer, Man Utd memborong 11 kali mahkota juara dari 17 kesempatan. Di Eropa, bersama Ferguson United sukses menambah koleksi gelar juara Liga Champions pada 1999 dan 2008.
3 kali juara Piala Eropa / Liga Champions (1967/68, 1998/99, 2007/08)
1 kali juara Piala Winners (1990/91)
1 kali juara Piala Super Eropa (1990/91)
2 kali juara Piala Interkontinental/Piala Dunia Antar Klub (1999, 2008)
18 kali juara Liga Primer (plus Divisi Satu lama, 1907/08, 1910/11, 1951/52, 1955/56, 1956/57, 1964/65, 1966/67, 1992/93, 1993/94, 1995/96, 1996/97, 1998/99, 1999/2000, 2000/01, 2002/03, 2006/07, 2007/08, 2008/09)
18 kali juara Liga Primer (plus Divisi Satu lama, 1907/08, 1910/11, 1951/52, 1955/56, 1956/57, 1964/65, 1966/67, 1992/93, 1993/94, 1995/96, 1996/97, 1998/99, 1999/2000, 2000/01, 2002/03, 2006/07, 2007/08, 2008/09)
11 kali juara Piala FA (1908/09, 1947/48, 1962/63, 1976/77, 1982/83, 1984/85, 1989/90, 1993/94, 1995/96, 1998/99, 2003/04)
4 kali juara Piala Liga (1991/92, 2005/06, 2008/09, 2009/10)
18 kali juara Community Shield (1908, 1911, 1952, 1956, 1957, 1965, 1967, 1977, 1983, 1990, 1993, 1994, 1996, 1997, 2003, 2007, 2008, 2010)
2 kali juara Divisi Dua lama (1935/36, 1974/75)
4 kali juara Piala Liga (1991/92, 2005/06, 2008/09, 2009/10)
18 kali juara Community Shield (1908, 1911, 1952, 1956, 1957, 1965, 1967, 1977, 1983, 1990, 1993, 1994, 1996, 1997, 2003, 2007, 2008, 2010)
2 kali juara Divisi Dua lama (1935/36, 1974/75)
Powered By Facebook a>
Berdiri: 1899
Musim 2008/09 dan 2010/11, sejarah terus tertulis ketika anak didik Cruyff, Pep Guardiola, membawa Barcelona sukses memborong tiga gelar sekaligus...
Alamat: Avenida Aristides Maillol 8020 Spain
Telepon: (+34) 93 496 36 00
Faksimile: (+34) 93 496 37 67
Surat Elektronik: atenciosoci@fcbarcelona.com
Laman Resmi: http://www.fcbarcelona.com
Ketua: Sandro Rosell i Feliu
Direktur: Antoni Freixa i Martín
Stadion: Camp Nou
Sejarah Singkat
Stadion Gimnasio Sole, 29 November 1899. Sebelas pria dari berbagai kebangsaan menghadiri sebuah pertemuan. Mereka bermaksud menjawab iklan Joan Gamper sebulan sebelumnya yang ingin mendirikan sebuah klub sepakbola di Barcelona. Pengaruh beberapa figur asal Inggris membuat klub tersebut memilih nama Foot-Ball Club Barcelona. Warna merah dan biru konon dipilih karena Gamper terinspirasi warna serupa yang digunakan klub Swiss, FC Basel. Klub itupun lantas menjelma sebagai salah satu klub terdepan di Spanyol.
Di bawah kendali Gamper sebagai presiden, Barcelona berkembang. Gelar pertama direngkuh pada 1902 di ajang Copa Macaya. Namun, setelah menjuarai Campeonato de Cataluña 1905, Barcelona kesulitan meraih gelar. Hingga 1925, Gamper menjadi presiden klub dalam lima periode berbeda. Salah satu pencapaian yang tak dilupakan selama kepemimpinan Gamper adalah kemampuan Barça memiliki stadion sendiri. Pada 1922, Barcelona menempati Las Cortes, yang berkapasitas 22 ribu penonton. Kelak, stadion tersebut berkembang lagi menjadi berkapasitas 60 ribu penonton. Stadion yang digunakan saat ini, Camp Nou, mulai digunakan pada 1957 dan merupakan yang terbesar di Eropa karena sanggup menampung 98.772 penonton.
Periode kejayaan prestasi Barça setidaknya tercatat jelas pada 1950-an dan awal 1990-an. Periode pertama mencakup rezim pemerintahan diktator Jenderal Francisco Franco yang memaksa klub mengubah nama menjadi CF Barcelona. Bersama pelatih Fernando Daucik dan Ladislao Kubala, Barcelona sukses meraih lima gelar berbeda. Sejak 1955, Barcelona memegang rekor impresif karena menjadi satu-satunya klub yang selalu tampil di kejuaraan antarklub Eropa. Pada awal 1990-an, dominasi Barça ditandai dengan era kepelatihan Johan Cruyff, eks pemain dan juga peletak dasar pengembangan bakat pemain muda klub Katalan ini. Cruyff sukses membawa Barça menjuarai gelar Liga Champions pertama pada 1992 dengan menaklukkan Sampdoria, 1-0. Berkat kemenangan itu, Barcelona menjadi salah satu tim yang pernah menjuarai tiga ajang kompetisi antarklub Eropa, setelah sebelumnya pernah menyabet Piala Winners dan Piala UEFA.
Musim 2008/09 dan 2010/11, sejarah terus tertulis ketika anak didik Cruyff, Pep Guardiola, membawa Barcelona sukses memborong tiga gelar sekaligus...
Catatan Prestasi
3 kali juara Liga Champions (1991/92, 2005/06, 2008/09)
4 kali juara Piala Winners (1978/79, 1981/82, 1988/89, 1996/97)
3 kali juara Piala Fairs - sebelum Piala UEFA (1955/58, 1958/60, 1965/66)
3 kali juara Piala Super Eropa (1992, 1997, 2009)
20 kali juara Primera Liga (1928/29, 1944/45, 1947/48, 1948/49, 1951/52, 1952/53, 1958/59, 1959/60, 1973/74, 1984/85, 1990/91, 1991/92, 1992/93, 1993/94, 1997/98, 1998/99, 2004/05, 2005/06, 2008/09, 2009/10)
25 kali juara Copa del Rey (1909/10, 1911/12, 1912/13, 1919/20, 1921/22, 1924/25, 1925/26, 1927/28, 1941/42, 1950/51, 1951/52, 1952/53, 1956/57, 1958/59, 1962/63, 1967/68, 1970/71, 1977/78, 1980/81, 1982/83, 1987/88, 1989/90, 1996/97, 1997/98, 2008/09, 2009/10)
2 kali juara Copa de la Liga (1982/83, 1985/86)
13 kali juara Piala Super Spanyol termasuk Copa Eva Duerte (1945, 1948, 1952, 1953, 1983, 1991, 1992, 1994, 1996, 2005, 2006, 2009, 2010)
2 kali juara Latin Cup (1949, 1952)
1 kali juara Interkontinental / Piala Dunia Antarklub (2009)
4 kali juara Piala Winners (1978/79, 1981/82, 1988/89, 1996/97)
3 kali juara Piala Fairs - sebelum Piala UEFA (1955/58, 1958/60, 1965/66)
3 kali juara Piala Super Eropa (1992, 1997, 2009)
20 kali juara Primera Liga (1928/29, 1944/45, 1947/48, 1948/49, 1951/52, 1952/53, 1958/59, 1959/60, 1973/74, 1984/85, 1990/91, 1991/92, 1992/93, 1993/94, 1997/98, 1998/99, 2004/05, 2005/06, 2008/09, 2009/10)
25 kali juara Copa del Rey (1909/10, 1911/12, 1912/13, 1919/20, 1921/22, 1924/25, 1925/26, 1927/28, 1941/42, 1950/51, 1951/52, 1952/53, 1956/57, 1958/59, 1962/63, 1967/68, 1970/71, 1977/78, 1980/81, 1982/83, 1987/88, 1989/90, 1996/97, 1997/98, 2008/09, 2009/10)
2 kali juara Copa de la Liga (1982/83, 1985/86)
13 kali juara Piala Super Spanyol termasuk Copa Eva Duerte (1945, 1948, 1952, 1953, 1983, 1991, 1992, 1994, 1996, 2005, 2006, 2009, 2010)
2 kali juara Latin Cup (1949, 1952)
1 kali juara Interkontinental / Piala Dunia Antarklub (2009)
Powered By Facebook a>
Berdiri: 1886
Alamat: Emirates Stadium, Drayton Park, London N5 England
Telepon: 020 7704 4000
Faksimile: 020 7704 4001
Surat Elektronik: website@arsenal.co.uk
Laman Resmi: http://www.arsenal.com
Ketua: Peter Hill-Wood
Direktur: Ken Friar, Danny Fiszman, Sir Chips Keswick, Lord Harris of Peckham, Stanley Kroenke
Stadion: EmiratesSejarah Singkat
Arus gelar Arsenal praktis terhenti sejak musim 2004/05. Di kancah liga, Arsenal malah belum lagi berhasil merebut gelar juara sejak kali terakhir melakukannya lima musim lalu. Mungkin ini menjadi bukti kalau kebijakan penggunaan pemain muda yang dikedepankan Arsene Wenger belakangan ini belum membuahkan hasil. Tapi, harus dilihat pula faktor finansial yang menyulitkan Arsenal dalam proses transfer pemain, terutama musim panas ini.
Arsenal didirikan pada 1886 dan dalam satu dasawarsa terakhir Arsenal berkembang pesat menjadi klub yang kekuatannya diperhitungkan. Semua dimulai ketika Wenger bertugas di Highbury. Wenger berhasil mengubah wajah tradisional klub menjadi klub modern yang mampu meraih banyak gelar. Tiga gelar Liga Primer dan empat trofi Piala FA mampu dipersembahkan Wenger selama 13 tahun kiprahnya.
Pada 2006, modernisasi Arsenal kian mewujud ketika klub pindah stadion dari markas lama Highbury ke stadion Emirates di kawasan Ashburton Grove. Arsenal juga menjadi salah satu klub terkaya di Inggris dengan nilai pasar melebihi €277 juta. Tim sepakbola wanita Arsenal juga dikenal sebagai klub paling sukses di Inggris Raya.
13 kali juara Liga Primer, termasuk Divisi Satu sebelum 1992 (1930/31, 1932/33, 1933/34, 1934/35, 1937/38, 1947/48, 1952/53, 1970/71, 1988/89, 1990/91, 1997/98, 2001/02, 2003/04)
10 kali juara Piala FA (1929/30, 1935/36, 1949/50, 1970/71, 1978/79, 1992/93, 1997/98, 2001/02, 2002/03, 2004/05)
2 kali juara Piala Liga (1986/87, 1992/93)
12 kali juara FA Charity Shield (1930, 1931, 1933, 1934, 1938, 1948, 1953, 1991, 1998, 1999, 2002, 2004)
1 kali juara Piala Winners (1993/94)
1 kali juara Piala Fairs (1969/70)
Sumber : http://www.goal.com
Powered By Facebook a>
Jumat, 17 Juni 2011
INILAH.COM, Liverpool – Klub raksasa Liga Primer Inggris Liverpool punya fans fanatik bukan hanya di tanah Inggris melainkan di seantero dunia. Mereka yang dikenal dengan Liverpudlian itulah pasar potensial penjualan aneka merchandise.
Namun kali ini, manajemen The Reds tampaknya harus siap-siap tidak bisa mendapatkan pemasukan banyak dari penjualan jersey anyar mereka untuk laga tandang pada musim 2011/2012. Belum juga dijual untuk umum, Jersey anyar yang nyleneh lantaran di luar pakem The Reds itu sudah menghadapi penolakan luas dari kalangan fans. Padahal, jersey anyar yang diperkenalkan Rabu (15/6/2011) malam itu baru resmi dijual sebulan lagi, tepatnya pada 14 Juli nanti.
Kalangan fans mengatakan enggan memakai jersey baru yang terkesan “biru” itu dan lebih menyukai kostum tandang lama yang abu-abu kehitaman (solid grey) yang tetap ada unsur strip merah di leher dan lingkar lengan.
Kelompok fans berpengaruh di forum dunia maya, Empire Of The Kop menemukan lebih dari dua per tiga fans sejati Si Merah tidak berpikir akan memakai kostum tersebut.
“Bencana besar. Anda (keputusan manajemen memperkenalkan kostum baru itu) membuat kami menjadi bahan tertawaan,” tulis Craig Butler, suporter.
Sementara itu, Duncan Oldham, editor KopTalk (forum lain Liverpudlian di dunia maya), juga tidak kalah pedas mengkritik kostum baru itu sebagai buah “marketing blunder”. Menurut dia, Liverpudlian yang merasa berjiwa merah tentu risih mengenakan jersey biru yang sama sekali tidak ada unsur merah kebanggaan mereka.
Menurut dia, fans juga harus dimintai pendapat setiap manajemen ingin mengganti dan memperkenalkan jersey dengan desain baru. “Pada akhirnya, yang beli kostum itu kan kita juga. Para pemain sih akan memakai (kostum desain apapun) selama mereka mendapatkan kontrak jutaan poundsterling dan para direktur (klub) hanya akan mempelajari angka-angka berapa kali kostum mereka berganti. Permasalahannya justru hanya bagi fans,” kata Oldham.Kostum ketiga Liverpool untuk musim 2011/2012 itu terlihat "aneh" karena menggunakan warna dasar putih dan sama sekali tidak menunjukkan unsur Si Merah. Tiga strip biru menghiasi bagian pundak hingga menjulur ke lengan. Adapun di lingkar lengkar, terdapat manset domoninasi biru dengan kombinasi garis hitam tipis. Jersey baru itu juga dihiasi garis diagonal di bagian dada sebelah kanan yang terdiri atas kombinasi warna biru dan hitam.
Liverpudlian yang selama ini mengidentikkan diri mereka sebagai Si Merah pun ramai-ramai protes dalam perbincangan mereka di dunia maya. Bagi mereka, penggunaan warna biru seolah melukai hati dan semangat mereka yang “Merah”. Maklum, biru menjadi warna identifikasi untuk klub rival sekota mereka Everton.
Selama ini, ada semacam kesepakatan tidak tertulis yang membagi klub Merseyside menjadi dua kubu: merah dan biru. Merah diwakili Liverpool, sedangkan biru untuk Everton.
Dan, bagi Oldham dan ribuan Liverpudlian, mereka punya pegangan yang simpel. “Everton memakai (jersey) biru, Liverpool memakai (jersey) merah.”
Sumber : http://www.bolanews.com
Powered By Facebook a>
Langganan:
Komentar (Atom)















